Facebook

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pestisida Alami Nabati

Seperti halnya dengan manusia, tanaman juga akan mengalami sakit atau terserang hama maupun penyakit, bila kondisi fisiknya tidak baik. Dikarenakan adanya perubahan iklim /cuaca atau memang sejak awal menggunakan benih /bibit yangtidak baik jadi mudah terserang , bisa juga dari kondisi tanahnya, dan lain-lain.
Banyak kendala-kendala yang mempengaruhinya. Untuk mengatasinya tentu saja dapat menggunakan obat-obatan yang pilihannya banyak di pasaran. Tergantung dari tanamannya menderita apa dan kejelian serta kecerdasan kita untuk dapat memulihkan tanaman agar dapat sehat kembali. Bila kita menghendaki hidup sehat dan ramah lingkungan ada pilihan atau opsi yang ditawarkan yaitu menggunakan “BAHAN-BAHAN ALAMI” untuk mengusir atau menghalau musuh-musuh alami yang menyerang tanaman , tanpa harus mematikannya, sehingga siklus EKOSISTEM masih tetap terjaga. Adapun bahan-bahan INSEKTISIDA ALAMI itu adalah sebagai berikut: Tembakau, Kenikir,Pandan, Kemangi, Cabe Rawit, Kunyit , Bawang Putih, Gadung , Sereh dan masih banyak lagi yang dapat di pakai sebagai bahan-bahan pembuat insektisida alami . Bila melihat bahan-bahan tersebut , semua ada di lingkungan kita, mudah di dapat dan murah, yang pasti juga aman karena tidak beracun.

Berikut “RESEP “pembuatan Insektisida Alami untuk menghilangkan hama kutu dan ulat pada tanaman:

Bahan:
*.Tembakau 100gr
*.Kenikir 100gr
*.Pandan 100gr
*.Kemangi 100gr
*.Cabe rawit 100gr
*.Kunyit 100 gr
*.Bawang Putih 100gr
*.Aquadestilata 1 lt
*.Decomposer BSA (mikro organisme pengurai) 1-2 cc
*.Gula pasir 2 sendok makan.

Cara Pembuatan :
*.Semua bahan di blender dan di tambah 1lt air suling
*.Masukkan ke dalam botol yang steril
*.Tambahkan gula pasir 2 sdm
*.Tambahkan Decomposer BSA 1-2 cc
*.Tutup dan biarkan 1 minggu supaya terjadi fermentasi
*.Kemudian di saring.
*.Siap dipergunakan

Pengaplikasian /dosis pemakaian:
*.60 cc untuk 1 lt air
*.Disemprotkan ke tanaman yang terkena hama pada daun dan batangnya
*.1 minggu 1 kali
*.Pencairan 1lt harus habis 1kali pemakaian.

Untuk tanaman padi, hama yang terkenal menyerang tanaman padi adalah HAMAKRESEK, HAMA PENGGEREK BATANG, HAMA WERENG. Masyarakat Petanani organik untuk mengatasi ini mereka membuat bakteriCORYNE BACTERIUMdengan cara merebus AIR KENTANG sebanyak 20 liter ditambah GULA dan DECOMPOSER BSA. Bakteri“ Coryne bacterium”dapat melawan“Xanthomonas campestris pv oryzae “(bakteri penyebab penyakit kresek). Bakteri Coryne ini mempunyai sifat“Pathogen”, dapat menekan serangan , dan mengurangi kerusakan lebih dari 80%. Untuk menumpas hama penggerek batang yang diperlukan adalah bakteriTryclogramma spp(agen hayati parasitoid). Dan untuk jamur tumbuhan di pakai bakteriTrychoderma sp. Sedangkan untuk menekan populasi hama wereng batang coklat laba-laba dan kumbang dibiarkan hidup untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Nah, itu tadi contoh Masyarakat Paguyuban Petani Organik Purwakarta dalam menangani masalah hama dan penyakit tanaman pada tanaman padi dengan menggunakan insektida alami ataupun pestisida nabati.Mereka memperoleh keuntungan dari musim tanam ke musim tanam berikutnya:
1.Produksi padi yang terus meningkat bisamencapai 7-8 ton /ha
2.Ongkos produksi yang menurun sekitar Rp1juta-Rp 2 juta/ha dibandingkan dengan pertanian anorganik yang mencapai Rp 3 juta – Rp 4 juta/ha.
3.Dapat tetap menjaga kualitas tanah , air dan lingkungan, karena mereka dapat menggantikan pupuk kimia dengan organik sebagai contoh: Urea, SP 36 dan NPK dapat diganti dengan jerami, pohon pisang , serbuk gergaji, sekam dan kotoran hewan. Untuk dosisnya tergantung dari kondisi tanahnya karena di dalamnya sudah ada kandungan Na, K,P dan S.
4.Tahan terhadap hama dan penyakit.

Semoga bermanfaat tuk sobat semua ....

Membuat Pupuk Organik Cair Sendiri

Dalam bertani dengan murah dan mudah, salah satu komponen biaya yang dapat dihemat adalah dengan membuat pupuk cair sendiri. Di sekeliling kita banyak sekali bahan baku dan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk cair dalam jumlah besar.
Selain kompos yang berfungsi sebagai pupuk dasar, ada baiknya diberikan juga pupuk cair sebagai pupuk tambahan. Pemilihan pupuk cair ini dengan alasan agar lebih mudah diserap oleh tanaman. Banyak sekali literatur mengenai tata cara pembuatan pupuk cair. Berikut kami bagikan cara pembuatan pupuk cair organik yang sudah pernah kami aplikasikan, Pada setiap fase pertumbuhan pada tanaman, diperlukan kandungan tinggi yang berbeda. Pengetahuan akan pupuk dengan unsur N, P dan K tinggi yang berbeda berguna untuk memahami unsur apa yang sangat dibutuhkan tanaman pada setiap fasenya.

1. Pupuk cair dengan kandungan N tinggi.

Bahan-bahan:
· 5 kg akar kacang tanah
· Bio aktivator (EM4 pertanian)
· 5 kg rumput marenggo, bandotan, daun bambu kering, daun salam, daun sirsak
· 30 liter air kelapa
· 1 kg air gula
· urine sapi

Alat-alat: parang, ember, plastik, tali, tong plastik

Cara pembuatan: masukkan semua bahan ke dalam tong, tutup rapat denganplastik, biarkan selama 2-3 minggu. Setelah masa tersebut, pupuk bisa dipakai dengan terlebih dahulu disaring sampai bersih.
Penggunaannya setiap 1liter pupuk cair dicampur dengan 15-20 liter air.
Pupuk dengan kandungan N tinggi digunakan pada masa pertumbuhan tanaman/vegetatif. Kegunaannya untuk membangun pertumbuhan akar, batang dan daun.

2. Pupuk cair dengan kandungan P tinggi.

Bahan-bahan:
· Batang pisang yang dipotong secara vertical
· 1 kg gula pasir
· Bio aktivator (EM4 pertanian)

Cara pembuatannya: batang pisang yang sudah dipotong vertikal dimasukkan ke dalam tong dan disusun rapi dengan posisi pori-pori menghadap ke atas, kemudian tong diisi dengan air yang telah dicampur dengan gula pasir dan mol buatan sendiri.Selanjutnya tong ditutup rapat dengan plastik. Kemudian didiamkan selama 2-3 minggu. Setelah masa tersebut, pupuk cair bisa digunakan, dengan terlebih dahulu disaring sampai bersih. Penggunaanya setiap 1 liter pupuk cair dicampur dengan 15-20 liter air.
Pupuk dengan kandungan P tinggi digunakan pada masa setelah bunga selesai atau mendekati masa pembentukan buah.

3. Pupuk cair dengan kandungan K tinggi.

Bahan-bahan:
· Serabut kelapa
· 1 kg gula pasir
· Bio activator (EM4 pertanian)

Cara pembuatannya: semua serabut kelapa dimasukkan ke dalam air yang sudah ditambahkan gula dan dicampur dengan MOL (mikroorganisme lokal) buatan sendiri. Didiamkan selama 2-3 minggu.
Setelah masa tersebut, pupuk cair bisa digunakan dengan terlebih dahulu disaring sampai bersih.Penggunaan pupuk cair dengan kandungan K tinggi ini diaplikasikan bersama dengan pupuk cair dengan kandungan P tinggi pada masa tanaman mulai tumbuh dan mulai berbuah, berfungsi untuk mengisi buah.
Cara menggabungkan kedua pupuk cair ini adalah sebagai berikut:
1 liter pupuk cair dengan kandungan P tinggi yangbelum ditambah dengan air ditambahkan dengan 1 liter pupuk cair dengan kandungan K tinggi yang sudah ditambahkan dengan 15-20 liter air. Hasil gabungan kedua pupuk cair ini dapat diberikan langsung ke lahan.

Semoga bermanfaat tuk sobat semua ....

Pupuk organik dan pupuk anorganik

Pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan kepada tanah dengan tujuan memperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Sifat fisis tanah berkaitan erat dengan tingkat kegemburan tanah, porositas dan daya serap. Sifat kimia berkaitan dengan pH (tingkat keasaman) dan ketersediaan unsur hara. Sedangkan sifat biologi berkaitan dengan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.

A. Pupuk Organik (Pupuk Alam)
Jenis-jenis pupuk organik adalah sebagai berikut:

1.Pupuk hijau.
Pupuk hijau didapatkan dari tumbuhan muda, terutama dari jenis polong-polongan (leguminose), yang dibenamkan di lahan pertanian.

2.Pupuk kandang.
Pupuk kandang diperoleh dari kotoran hewan ternak, misalnya sapi, ayam, kambing, dan lain-lain.

3.Kompos.
Pupuk kompos diperoleh dari bahan organik limbah pertanian, misalnya jerami, batang jagung, atau sampah yang dibusukkan bersama pupuk kandang.
Pupuk kompos lebih banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman pot atau holtikultura.

Pupuk alam dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu: struktur, tata udara, daya resap air, dan daya tahan terhadap erosi. Selain itu, pupuk alam juga membentuk humus (bunga tanah) sehingga berperan juga dalam memperbaiki sifat biologi. Selanjutnya, peruraian dari humus akan menambah ketersediaan unsur-unsur hara.

B. Pupuk Anorganik (Pupuk Buatan)
Jenis-jenis pupuk anorganik meliputi pupuk nitrogen, pupuk kalium, pupuk fosfor, pupuk, majemuk, dan pupuk daun.

Pupuk Nitrogen.
Contoh pupuk nitrogen antara lain:
1.Urea atau CO(NH2)2 yang memiliki kadar Nitrogen 45-46%,

2.ZA (Zwavelvuur Amonium) atau (NH4)2SO4 yang memiliki kadar Nitrogen 20,5-21%,

3.Sendawa Chili atau NaNO3 yang memiliki kadar nitrogen 15%, dan4.Amonium Nitrat atau NH4NO3 yangmemiliki kadar nitrogen sebesar 35%.

Jenis pupuk nitrogen yang paling banyak dipakai adalah ZA dan Urea.

Pupuk Fosforus.
Contoh pupuk fosforus adalah:

1.Superfosfat tunggal (ES= Engkel Superfosfat) yang memiliki kadar P2O5 sebesar 5%,

2.Superfosfat rangkap (DS= Double Superfosfat) yang memiliki kadar P2O5 sebesar 30%,

3.Superfosfat Triple (TS= Triple Superfosfat) dengan kadar P2O5 sebesar 45%.

Dari ketiga jenis pupuk fosfor di atas, yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah jenis TS.

Pupuk Kalium.
Contoh pupuk kalium adalah:

1.Kalium Klorida atau KCl yang memiliki kadar K2O sebesar 50%, dan

2.Kalium Sulfat (ZK= Zwavelvuur Kali)dengan kadar K2O sebesar 50%.

Pupuk Majemuk.
Pupuk Nitrogen, Pupuk Phosphor, dan Pupuk Kalium adalah jenis pupuk tunggal. Ketiganya disebut sebagai pupuk tunggal karena hanya mengandung satu jenis unsur hara primer. Sedangkan pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur hara primer.
Contoh pupuk majemuk adalah:

1.Pupuk NPK yang mengandung amonium nitrat (NH4NO3),

2.Amonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4) dan Kalium Klorida (KCl).

Kadar masing-masing unsur dinyatakan dengan suatu angka. Contoh: Pupuk NPK 10-15-20, berarti mengandung 10% nitrogen (sebagai N),15% fosfor (sebagai P2O5), dan 20% Kalium (sebagai K2O).Setiap jenis tanaman memerlukan N, P dan K dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu, penggunaan pupuk majemuk disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dipupuk.

Pupuk Daun.
Pupuk daun diberikan kepada tanaman dengan cara disemprotkan pada daun sehingga terserap secara osmosis ataupun difusi melalui stomata (mulut daun). Pupuk daun biasanya mengandung unsur hara, namun terkadang mengandung vitamin, hormon dan zat tumbuh.
Contoh pupuk daun:

1.Wuxal dengan kandungan 9% N, 9%P2O5, 7% K2O, Fe, Mn, B, Zn, Mo, vitamin dan hormon tumbuh.

2.Contoh pupuk daun yang kedua adalah Baypolan yang mengandung 11% N, 10% P2O5, 6%K2O, Fe, Mn, Cu, Zn, dan Mo

Semoga bermanfaat tuk sobat semua ....

Oleh:Ketua Kelompok Tani Jahe Organik
Sekretariat:Jl. Makam Kali Ancol No. 1 Ds. Larangan Kec. Larangan Kab. BrebesJawa Tengah Indonesia 52262